Hiburan

Ames Abadi Gelar Pameran Tunggal Bertema ‘Sendiri’ di Balai Budaya Jakarta

Jakarta – Seniman visual Ames Abadi menggelar pameran tunggal lukisan bertajuk Sendiri di Balai Budaya Jakarta (BBJ), Menteng, Jakarta Pusat. Pameran ini berlangsung selama satu pekan, mulai Jumat (12/12) hingga Jumat (19/12), dan terbuka untuk publik.

Pameran tersebut secara resmi dibuka oleh Komjen Pol Chryshnanda Dwilaksana perwira tinggi (pati) Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) yang saat ini menjabat sebagai Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Kalemdiklat) Polri.

Pria dengan nama dan gelar lengkap Prof. Dr. Komjen Pol. Chryshnanda Dwilaksana, M.Si., dikenal memiliki ketertarikan kuat pada seni dan budaya. Ia sebelumnya juga sempat menggelar pameran lukisan di Sasana Rupa, Taman Impian Jaya Ancol (TIJA), Jakarta Utara, pada Juni 2025.

Dalam sambutannya, Prof Chryshnanda menyampaikan apresiasi terhadap konsistensi Ames Abadi dalam berkarya. Dirinya menilai, proses kreatif Ames menunjukkan bahwa seni dapat lahir dari berbagai situasi dan keterbatasan.

“Karya seni tidak selalu menuntut media yang rumit, karena ide dan kejujuran ekspresi dapat melahirkan karya yang kuat meski hanya menggunakan kertas dan bolpoin,” ujar Chryshnanda, Jumat (12/12).

“Semoga pameran ini dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat, khususnya generasi muda, agar tidak ragu mengekspresikan diri melalui seni,” pungkas Prof Chryshnanda, seraya menekankan pentingnya Balai Budaya Jakarta sebagai ruang perjumpaan, diskusi, serta pengembangan peradaban seni dan budaya di Indonesia.

Kiri-kanan: Susilo Teguh Raharjo, Syahnagra Ismail, Joko Kisworo, Chrysnanda Dwilaksana, Ames Abadi, Jan Praba, dan Yohana Susilowati Mulyo. (Foto: Ist./Dok.)

Selain menampilkan karya-karya Ames Abadi, pameran ini turut menghadirkan pelukis senior Indonesia Syahnagra Ismail.

Syahnagra dikenal luas melalui karya-karyanya yang banyak terinspirasi dari lanskap dan alam Nusantara. Ia merupakan lulusan Institut Kesenian Jakarta (IKJ) dan Akademi Seni Grafis Stockholm, Swedia, serta pernah menggelar pameran retrospektif lima dekade berkarya bertajuk Painting Out Loud pada 2023.

Dalam sambutannya, Syahnagra menilai Ames Abadi sebagai seniman dengan semangat berkarya yang tak pernah padam.

“Balai Budaya Jakarta memiliki peran penting dalam perkembangan Ames, karena menjadi ruang kerja sekaligus ruang proses kreatif bagi sang seniman,” ujarnya.

Menurutnya, kemunculan Ames merupakan kebahagiaan tersendiri bagi dunia seni Jakarta dan Indonesia, serta perlu dirangkul dan didukung bersama.

Pameran Sendiri juga dikuratori oleh seniman visual Joko Kisworo, seorang psikolog dan terapis seni rupa yang aktif dalam berbagai komunitas seni, termasuk Asosiasi Pelukis Nusantara (ASPEN).

Joko Kisworo dikenal memiliki perhatian khusus pada proses kreatif seniman, baik dari kalangan otodidak maupun akademisi.

Sejumlah karya seni Ames Abadi yang dipamerkan di Balai Budaya Jakarta (BBJ), Menteng, Jakarta Pusat. (Foto: Ist./Dok.)

Joko Kisworo menjelaskan bahwa sebagian besar dari 41 karya yang dipamerkan dikerjakan Ames Abadi langsung di Balai Budaya Jakarta. Ia mengamati secara langsung proses kreatif Ames, mulai dari penciptaan hingga penataan karya.

Menurutnya, tema Sendiri tidak hanya tercermin dalam visual karya, tetapi juga dalam cara Ames bekerja secara mandiri, termasuk dalam proses display pameran.

“Secara teknis, karya-karya Ames didominasi medium pulpen di atas kertas dengan pendekatan titik-titik (pointilis) hitam putih,” tuturnya.

Joko Kisworo juga mengungkapkan latar belakang Ames yang pernah berkecimpung di dunia teater di kawasan Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, serta keterkaitan historisnya dengan mendiang seniman Rud yang dikenal dengan teknik serupa.

Selain sebagai perupa, Ames Abadi juga dikenal sebagai musisi. Pada pembukaan pameran, ia sempat menampilkan karya musik ciptaannya sendiri sebagai bagian dari ekspresi artistik lintas medium.

Pameran tunggal Sendiri turut dihadiri sejumlah seniman ternama serta masyarakat dari berbagai kalangan, menjadikan Balai Budaya Jakarta kembali berfungsi sebagai rumah seni, ruang dialog, dan tempat perayaan kreativitas. (Mh/Foto: Ist./Dok.)


Discover more from RestorasiNews.com

Subscribe to get the latest posts sent to your email.

Leave a Reply

Discover more from RestorasiNews.com

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading