Hiburan

Jakarta Film Week 2026 Dorong Jakarta Jadi Kota Sinema

Jakarta – Jakarta Film Week (JFW) 2026 kembali digelar pada 21–25 Oktober 2026 secara luring dan daring. Memasuki tahun keenam, festival film tersebut diarahkan menjadi salah satu bagian dari upaya memperkuat ekosistem perfilman sekaligus mewujudkan Jakarta sebagai kota sinema.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, mengatakan penyelenggaraan JFW memiliki peran penting dalam mempertemukan pelaku perfilman, seniman, penonton, dan generasi baru perfilman.

“Ini adalah impian awal saya saat menjadi wakil gubernur, Jakarta menjadi kota sinema. Memang tidak mudah, tetapi saya yakin dalam kurun lima tahun Jakarta bisa menjadi kota sinema,” ujar Rano saat menghadiri konferensi pers JFW 2026 di CGV Grand Indonesia, Jalan M.H. Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (23/9/2026).

Mengusung tema “Encounters”, JFW 2026 menjadi ruang pertemuan bagi pembuat film, seniman, penonton, dan generasi baru perfilman untuk membangun jejaring, berkolaborasi, serta membuka peluang lahirnya karya-karya baru.

Pada penyelenggaraan tahun ini, JFW menerima lebih dari 1.200 film dari 82 negara serta 180 proposal. Rano menilai peningkatan partisipasi tersebut menunjukkan semakin luasnya jangkauan festival film yang digelar di Jakarta.

“Saya melihat JFW semakin banyak pesertanya. Berarti ini peningkatan yang luar biasa,” katanya.

Selain memperluas jejaring perfilman, JFW 2026 menghadirkan program baru JFW Vision. Program tersebut memberikan pengalaman menikmati film dengan memanfaatkan teknologi virtual reality (VR).

“Pada tahun keenamnya ini, JFW memperkenalkan program terbaru, yakni JFW Vision, di mana pengunjung bisa mendapatkan pengalaman menggunakan teknologi VR,” tutur Rano.

Menurut Rano, upaya menjadikan Jakarta sebagai kota sinema tidak cukup hanya dilakukan melalui festival film. Akses masyarakat terhadap perfilman juga perlu diperluas melalui pengembangan fasilitas bioskop serta ruang apresiasi film di berbagai ruang publik.

“Sebagai kota sinema, Jakarta terus membuka ruang yang mempertemukan manusia dan kreativitas untuk pertukaran, kolaborasi hingga lahirnya karya-karya baru,” tegasnya.

JFW 2026 akan berlangsung di sejumlah lokasi, yakni CGV Grand Indonesia, Taman Ismail Marzuki, Mercure Jakarta Cikini, Paviliun Raden Saleh, Artotel Curated, CGV FX Sudirman, dan FX Sudirman. Sementara pemutaran film secara daring dapat disaksikan melalui Vidio.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan Kementerian Kebudayaan RI, Ahmad Mahendra, menilai JFW memiliki peran sebagai penghubung antara talenta, komunitas, pemerintah, dan jaringan perfilman internasional.

Menurut Mahendra, konsistensi penyelenggaraan JFW menunjukkan adanya kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan komunitas perfilman dalam membangun ekosistem perfilman.

“JFW berperan sebagai hub sekaligus trajectory untuk pengembangan kapasitas para sineas. JFW juga semakin terhubung dengan berbagai festival internasional,” kata Mahendra.

Ia mencontohkan sejumlah talenta yang berkembang melalui ekosistem JFW, di antaranya Khozy Rizal yang meraih pengakuan internasional, serta Annisa Adjam dan Bagus Suitrawan yang menjadi pemenang Canal+ di Cannes International Film Festival.

“Intinya, kami mendukung terus sehingga semakin nyata Jakarta sebagai kota sinema. Karena saya punya mimpi, Jakarta bisa seperti Edinburgh yang punya festival di seluruh kota. Jadi Jakarta salah satu nominasi terkuat mengarah ke situ,” terangnya. (Red/Gate 13/Foto: Ist.)


Discover more from Restorasi News

Subscribe to get the latest posts sent to your email.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Discover more from Restorasi News

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading