Indonesia Jadi Tuan Rumah CMAS World Championship 2026
Buleleng – Indonesia secara resmi menjadi tuan rumah 2026 Confédération Mondiale des Activités Subaquatiques (CMAS) World Championship Underwater Photo and Video.
Kejuaraan dunia tersebut dibuka pada 5 Oktober 2026 di Taman Sari Bali Resort & Spa, Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Bali, dan diikuti peserta dari 19 negara.
Penyelenggaraan kejuaraan dunia ini menjadi momentum penting bagi pengembangan olahraga selam Indonesia sekaligus memperkenalkan kekayaan laut Indonesia kepada masyarakat internasional.
Selain menjadi arena kompetisi fotografi dan videografi bawah air, kegiatan tersebut membawa pesan mengenai pentingnya menjaga kelestarian ekosistem laut serta membuka peluang pengembangan sport tourism dan sport industry.
Ketua Umum (Ketum) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Letjen TNI Purn. Marciano Norman menyampaikan apresiasi kepada Pengurus Besar Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (PB POSSI), CMAS dan seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya kejuaraan dunia tersebut.
Menurut Marciano, kepercayaan yang diberikan kepada Indonesia merupakan kehormatan sekaligus tanggung jawab yang menunjukkan kemampuan Indonesia dalam menyelenggarakan kompetisi olahraga bertaraf internasional.
“Selaku Ketua Umum KONI Pusat, saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada PB POSSI atas semangat, dedikasi, dan kerja keras dalam membina serta mengembangkan cabang olahraga selam di Indonesia, sekaligus menjadikan Indonesia sebagai tuan rumah kejuaraan internasional,” ujar Marciano.
Marciano menambahkan, karya visual yang dihasilkan para peserta dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan keindahan perairan Indonesia kepada dunia.
“Kejuaraan ini juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan kepada dunia betapa indahnya perairan Indonesia. Hasil visual para peserta dapat menjadi pesan yang kuat tentang kekayaan dan keindahan bawah laut Indonesia,” katanya.
Ia berharap kejuaraan tersebut tidak hanya menghasilkan prestasi dalam kompetisi, tetapi juga mendukung proses pembinaan atlet selam Indonesia agar semakin mampu bersaing di tingkat dunia.
Kehadiran peserta dari berbagai negara diharapkan memberikan manfaat terhadap pengembangan pariwisata dan industri olahraga serta mendorong aktivitas ekonomi di daerah penyelenggaraan.
“Harapan kita, kejuaraan ini tidak hanya menjadi kompetisi, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembinaan untuk meningkatkan prestasi atlet-atlet selam Indonesia sehingga mampu bersaing dan berprestasi di tingkat dunia,” ujarnya.
Marciano juga berharap seluruh peserta dapat menikmati keindahan alam dan budaya Bali selama berada di Indonesia serta membawa pulang pengalaman yang berkesan.
“Saya berharap para peserta dapat meraih prestasi terbaik, menikmati keindahan Indonesia, khususnya Bali, serta membawa pulang pengalaman yang berkesan. Yang tidak kalah penting, mereka juga membawa pesan tentang pentingnya menjaga kelestarian ekosistem bawah laut,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Umum PB POSSI Komjen Pol. Makhruzi Rahman, S.I.K., M.H., M.Tr.Opsla., menjelaskan bahwa Indonesia harus melalui proses seleksi dan bersaing dengan negara lain sebelum ditetapkan sebagai tuan rumah.
Kesiapan lokasi, konsep penyelenggaraan dan kepanitiaan menjadi bagian penting dalam proses tersebut.
“Sekitar dua bulan lalu kita berebut dengan negara-negara yang juga ingin melaksanakan kegiatan ini. Alhamdulillah, kita terpilih setelah memaparkan kesiapan Indonesia, mulai dari lokasi hingga kepanitiaan untuk kejuaraan ini,” ujar Makhruzi.
PB POSSI sebelumnya telah menjajaki beberapa daerah sebagai calon lokasi, antara lain Labuan Bajo, Manado, Kalimantan dan Wakatobi. Pertimbangan kondisi laut pada Oktober, termasuk gelombang dan arus, serta faktor keamanan peserta menjadi dasar pemilihan lokasi.
“Kita sudah menjajaki Labuan Bajo, Manado, Kalimantan, dan Wakatobi, karena bulan Oktober, gelombang dan arus harus diperhitungkan. Akhirnya Pemuteran kita pilih karena relatif lebih tenang dan dari sisi keamanan peserta dapat kita jamin,” jelasnya.
Pemuteran juga dinilai memiliki peluang untuk semakin dikenal sebagai destinasi selam internasional.
“Dalam rangka pariwisata, Pemuteran ini jarang diketahui orang luar negeri. Dengan adanya kegiatan ini, Pemuteran menjadi lebih dikenal sebagai salah satu spot diving. Kita juga memiliki pengalaman menyelenggarakan event internasional, termasuk kejuaraan dunia dan beberapa bulan lalu SEA Games untuk fin swimming,” pungkasnya.
Aspek konservasi menjadi bagian integral dalam penyelenggaraan kejuaraan. Direktur CMAS Kerim Sabuncuoglu menegaskan bahwa kompetisi harus berjalan seiring dengan kepedulian terhadap lingkungan.
“Kejuaraan ini bukan hanya kompetisi, tetapi juga tentang konservasi koral. Oleh karena itu, saya berharap para peserta berhati-hati dengan kamera ketika berada di bawah air dan tetap menjaga lingkungan,” ujar perwakilan CMAS.
Peserta juga diharapkan mempersiapkan seluruh peralatan secara optimal sebelum melakukan penyelaman sehingga dapat menghasilkan karya terbaik.
“Sebelum menyelam, saya berharap kalian mempersiapkan semuanya dengan baik dan menghasilkan foto terbaik. Dengan demikian, ketika pulang nanti, kalian tidak hanya membawa hasil kompetisi, tetapi juga pengalaman berkesan dan menarik dari Indonesia,” lanjutnya.
Penyelenggaraan 2026 CMAS World Championship Underwater Photo and Video di Pemuteran menegaskan bahwa olahraga dapat menjadi sarana untuk memperluas promosi potensi Indonesia sekaligus membangun kerja sama internasional.
Melalui kejuaraan tersebut, Indonesia berkesempatan memperkenalkan kekayaan laut dan budaya kepada peserta dari 19 negara, meningkatkan pembinaan dan prestasi olahraga selam, memperkuat sektor sport tourism dan sport industry, serta mendorong aktivitas ekonomi masyarakat di daerah penyelenggaraan.
Pada saat yang sama, pesan konservasi menjadi bagian penting dari kegiatan. Keindahan bawah laut yang diabadikan melalui karya para peserta diharapkan tidak hanya menjadi dokumentasi kompetisi, tetapi juga menjadi pesan global mengenai tanggung jawab bersama untuk menjaga ekosistem laut bagi generasi mendatang. (Gate 13/Foto: Ist./gerakita)
Discover more from Restorasi News
Subscribe to get the latest posts sent to your email.
