Sinergi BSSN hingga APINDO Dorong Transformasi Digital Manufaktur Berbasis AI dan Keamanan Siber
Cikarang – Kolaborasi lintas lembaga antara Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Asosiasi Pengusaha Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (APTIKNAS), Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (APKOMINDO), Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Dewan Pimpinan Kabupaten/Kota (DPK) Bekasi, serta YORINDO Communication, mendorong percepatan transformasi digital industri manufaktur nasional melalui forum strategis di Cikarang, Selasa (9/4).
Kegiatan bertajuk “AI Driven Secure & Efficient: Engineering the Digital Transformation Blueprint” yang digelar di Holiday Inn Jababeka tersebut menjadi bagian dari Roadshow Nasional 10 Kota, sekaligus menegaskan pentingnya penguatan ekosistem digital yang aman, efisien, dan terukur di sektor industri.
Direktur YORINDO Communication, Yolanda Roring, dalam pembukaan acara menegaskan bahwa roadshow ini dirancang untuk memberikan panduan konkret bagi pelaku industri dalam menyusun cetak biru transformasi digital.
“Setelah Surabaya dan Bali, Cikarang sebagai pusat manufaktur menjadi lokasi strategis. Kami menghadirkan ekosistem lengkap mulai dari kebijakan keamanan siber, infrastruktur digital, hingga implementasi kecerdasan buatan (AI),” ujarnya.
Ketua DPK APINDO Kabupaten Bekasi, M. Yusuf Wibisono, menekankan bahwa transformasi digital berbasis AI bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendesak untuk meningkatkan daya saing global.
“Pemanfaatan AI mampu mendorong efisiensi dan produktivitas secara objektif, bahkan berkontribusi pada sistem pengupahan berbasis kinerja riil di lini produksi,” tegasnya.
Dalam sesi utama, Deputi Bidang Keamanan Siber dan Sandi Perekonomian BSSN, Drs. Slamet Aji Pamungkas, M.Eng., memaparkan konsep autonomous defense sebagai solusi menghadapi ancaman siber yang semakin kompleks.
“Di era AI, sistem keamanan tidak bisa lagi bergantung pada respons manual. Harus mampu bergerak otomatis untuk melindungi infrastruktur kritis industri,” jelasnya.

Ketua Umum (Ketum) APTIKNAS sekaligus APKOMINDO, Ir. Soegiharto Santoso, S.H., mengingatkan pentingnya membangun fondasi infrastruktur digital atau digital backbone yang kuat sebelum mengadopsi AI secara luas.
Pria yang akrab disapa Hoky menyoroti risiko black box syndrome, yakni kondisi ketika sistem AI berjalan tanpa transparansi dan kontrol yang memadai.
“Transformasi digital tidak cukup hanya mengadopsi AI. Tanpa infrastruktur dan keamanan yang kuat, justru akan menimbulkan risiko baru. Pilihan terbaik adalah membangun sistem yang menjamin kedaulatan data nasional,” tegasnya.


Forum ini juga menghadirkan berbagai solusi konkret dari pelaku industri teknologi. CEO Smartnetindo, Wahyu M. Sun, memaparkan solusi infrastruktur digital terpadu, sementara MSI dan Alibaba Cloud Intelligence menawarkan perangkat keras serta solusi AI khusus untuk manufaktur.
Tak hanya aspek teknologi, isu keberlanjutan turut menjadi perhatian. Direktur PT Solusi Amanilah Indonesia (SAI), Titin, memaparkan pengelolaan limbah dan manajemen energi sebagai bagian dari transformasi industri berkelanjutan.
Dari sisi sumber daya manusia (SDM), Ika Noviani Pratiwi dari MAXY Academy menegaskan bahwa kesiapan SDM menjadi faktor penentu keberhasilan transformasi digital.
“Teknologi tidak akan berjalan optimal tanpa manusia yang adaptif dan kompeten. Peningkatan kapasitas SDM menjadi kunci utama,” ujarnya.

Puncak kegiatan diisi workshop intensif yang dipandu Direktur Smartplus sekaligus Ketua DPD APTIKNAS & APKOMINDO Bekasi, Agus Dedi Supriyadi. Peserta diajak mempraktikkan langsung integrasi kecerdasan buatan dan Internet of Things (IoT), termasuk otomatisasi sistem berbasis platform digital.
Kegiatan ditutup dengan sesi networking serta konsultasi teknologi bersama berbagai vendor seperti Alibaba Cloud, Smartnetindo, Asustor, dan Sawah Cybersecurity.

Roadshow ini merupakan inisiatif nasional yang menyasar 10 kota strategis di Indonesia, mencakup sektor industri seperti manufaktur, rumah sakit, perbankan, hingga perhotelan.
Setelah sukses di Surabaya, Bali, dan Cikarang, rangkaian berikutnya akan digelar di Batam, Purwakarta, Tangerang, Yogyakarta, Jakarta, Semarang, hingga Balikpapan-Samarinda.
Seluruh kegiatan seminar dan workshop ini diselenggarakan tanpa biaya, sebagai bentuk komitmen bersama dalam mempercepat kesiapan industri nasional menghadapi era kecerdasan buatan, sekaligus memperkuat keamanan siber dan daya saing ekonomi Indonesia. (Red/Foto: Istimewa)

