Bawas MA Umumkan Hasil Seleksi Calon Hakim Tinggi Pengawas dan Hakim Yustisial 2026
Jakarta – Badan Pengawasan Mahkamah Agung (Bawas MA) secara resmi mengumumkan hasil seleksi Calon Hakim Tinggi Pengawas dan Calon Hakim Yustisial Tahun 2026.
Pengumuman tersebut dirilis melalui laman resmi Bawas MA pada Jumat (13/5) dan memuat 11 nama hakim dari berbagai lingkungan peradilan yang dinyatakan lulus seleksi.
Para peserta yang terpilih sebelumnya telah mengikuti serangkaian tahapan seleksi yang diselenggarakan Bawas MA, mulai dari profiling integritas, assessment, hingga wawancara.
Berdasarkan hasil seleksi tersebut, Bawas MA menetapkan sejumlah hakim untuk mengisi formasi Hakim Tinggi Pengawas serta Calon Hakim Yustisial Tahun 2026 dari lingkungan peradilan umum, peradilan agama, dan peradilan militer.
Dari daftar yang diumumkan, hakim dari lingkungan peradilan umum menjadi yang paling dominan mengisi formasi baik untuk jabatan Hakim Tinggi Pengawas maupun Calon Hakim Yustisial.
Berikut daftar nama peserta yang dinyatakan lulus seleksi:
Calon Hakim Tinggi Pengawas
Peradilan Umum
- Akbar Isnanto – Ketua Pengadilan Negeri (PN) Cilacap
- Alimin Ribut Sujono – Hakim Tinggi Pengadilan Tinggi (PT) Banjarmasin
- Muhammad Ikhsan Fathoni – Wakil Ketua PN Bandung
Peradilan Agama
- Ruslan – Ketua Pengadilan Agama (PA) Jakarta Selatan
Peradilan Militer
- Kolonel Amriandie – Hakim Tinggi Militer Pengadilan Militer Tinggi III Surabaya
Calon Hakim Yustisial
Peradilan Umum
- Diah Ayu Marti Astuti – Hakim PN Purwakarta
- Muhammad Ali Akbar – Hakim PN Jayapura
- Nurachmat – Hakim PN Brebes
- Rifin Nurhakim Sahetapi – Hakim PN Purwodadi
Peradilan Militer
- Mayor Chk Kuat Gayu Raegen – Wakil Kepala Pengadilan Militer I-04 Padang
- Mayor Laut Mirza Ardiansyah- Hakim Militer Pengadilan Militer III-10 Surabaya
Dalam pengumuman tersebut ditegaskan bahwa hasil seleksi bersifat final dan tidak dapat diganggu gugat.
“Keputusan hasil seleksi ini bersifat final dan tidak dapat diganggu gugat,” demikian bunyi pengumuman Bawas MA.
Dominasi hakim dari lingkungan peradilan umum dalam hasil seleksi tersebut dinilai menunjukkan besarnya kontribusi aparatur peradilan umum dalam memperkuat fungsi pengawasan internal di lingkungan MA.
Seleksi ini juga menjadi bagian dari upaya MA memperkuat sistem pengawasan internal guna mewujudkan lembaga peradilan yang profesional, berintegritas, dan akuntabel. (Red/Mh/Foto: Ist.)

