Gaungkan Masjid sebagai Benteng Anti Narkoba, Menag Apresiasi GANNAS
Jakarta – Bahaya narkoba terus mengintai generasi bangsa. Namun di tengah ancaman itu, relawan Gerakan Anti Narkoba Nasional (GANNAS) tanpa lelah berdiri di garda depan.
Selama 18 tahun, GANNAS berjuang dan berpartisipasi mencegah terjadinya peredaran dan penyalahgunaan narkoba ke masyarakat, tanpa pamrih, hanya berbekal semangat pengabdian.
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar pun memberikan apresiasi tinggi kepada GANNAS. Ia menilai, dedikasi yang ditunjukkan merupakan teladan bagi semua pihak untuk ikut bergerak.
“Relawan ini perlu diacungi jempol. Saya pribadi sangat salut, selama 18 tahun mereka konsisten mencegah bangsa kita dari narkoba. Saya berharap seluruh masyarakat ikut mendukung gagasan mulia ini,” ujarnya, saat menerima audiensi GANNAS, di kantor Kementerian Agama (Kemenag) di Jakarta, Jumat (19/9).

Di kesempatan yang sama, Ketua Umum (Ketum) GANNAS I Nyoman Adi Peri mengingatkan pentingnya memperluas fungsi masjid. Menurutnya, masjid bukan hanya pusat ibadah spiritual, tetapi juga ruang sosial yang mampu memberi perlindungan nyata kepada umat.
“Masjid bisa menjadi pusat pelaporan, pusat pencegahan, dan sebagainya. Jadi bukan hanya berfungsi untuk ibadah spiritual, tapi juga ibadah sosial yang lebih luas,” jelasnya.
Pandangan ini menggarisbawahi bahwa masjid berpotensi besar menjadi benteng sosial, tempat masyarakat mendapatkan edukasi, perlindungan, sekaligus kekuatan moral dalam melawan narkoba.
Seruan Gaungkan Fatwa Haram Narkoba
Selain itu, GANNAS juga menyerukan agar Kemenag kembali menggemakan fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang mengharamkan narkoba. Fatwa tersebut dinilai penting untuk memperkuat pesan moral sekaligus menjadi landasan bagi kampanye pencegahan.
“Kami ingin Pak Menteri mendengungkan kembali fatwa haram narkoba yang sudah dikeluarkan MUI, sekaligus memperkuat edukasi bahaya narkoba di tengah masyarakat,” kata perwakilan GANNAS.
Dengan dukungan penuh pemerintah, peran masjid, dan semangat relawan, diharapkan lahir gerakan bersama yang lebih kuat untuk menyelamatkan generasi muda dari jerat narkoba. Upaya ini bukan hanya soal hukum, melainkan juga misi kemanusiaan dan keagamaan.
Menutup pertemuan tersebut, Menag Nasaruddin Umar mengajak semua pihak untuk bersatu padu berjuang melawan peredaran dan penyalahgunaan narkoba di Masyarakat
“Mari kita jadikan perjuangan melawan narkoba sebagai ibadah sosial. Dukungan masyarakat sangat dibutuhkan agar bangsa ini bisa terbebas dari ancaman narkoba,” pungkasnya. (Mh/Foto: Ist./Dok.)

