Musim Hujan, Warga Diimbau Kenali dan Waspadai Ancaman Leptospirosis
Depok – Memasuki musim hujan dengan intensitas curah hujan yang meningkat, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap leptospirosis, penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Leptospira.
Bakteri Leptospira dapat menyebar melalui urine maupun darah hewan yang terinfeksi. Salah satu hewan yang berperan sebagai perantara utama penularan leptospirosis adalah tikus, yang kerap ditemukan di lingkungan permukiman, terutama saat musim hujan.
Leptospirosis merupakan penyakit yang banyak ditemukan di wilayah tropis dengan curah hujan tinggi. Kondisi lingkungan yang lembap serta genangan air yang tercemar menjadi faktor pendukung penyebaran bakteri tersebut.
Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Kota Depok, Devi Maryori, mengungkapkan bahwa hingga saat ini masih banyak masyarakat yang menyepelekan gejala awal leptospirosis, khususnya di musim hujan.
“Masih banyak masyarakat yang tidak peduli terhadap penyakit berbahaya ini dan menganggap sepele gejala-gejalanya,” ujar Devi kepada berita.depok.go.id, Minggu (25/1).
Ia menjelaskan, gejala leptospirosis pada umumnya meliputi demam, sakit kepala, nyeri otot, batuk, hingga munculnya kekuningan pada kulit dan bagian putih mata.
“Masyarakat harus selalu waspada terhadap gejala leptospirosis, terutama saat musim hujan seperti sekarang,” ungkapnya.
Menurut Devi, bakteri Leptospira dapat masuk ke dalam tubuh manusia melalui luka kecil pada kulit, selaput lendir seperti mata, hidung, dan mulut, serta melalui kulit yang terendam air tercemar dalam waktu lama.
Ia menegaskan, apabila gejala-gejala tersebut mulai dirasakan, masyarakat diminta segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.
Pasalnya, jika tidak ditangani dengan cepat, leptospirosis berisiko menyebabkan kerusakan organ dalam hingga mengancam nyawa.
“Jika sudah mengalami demam, nyeri otot, hingga kekuningan pada kulit atau mata, segera periksakan diri ke rumah sakit terdekat. Jangan menunggu sampai kondisi memburuk,” tutup Devi. (Foto: Ilustrasi/Ist./Diskominfo)

