Bina Marga Jelaskan Metode Perbaikan Jalan dan Dampak Cuaca Ekstrem terhadap Aspal
Jakarta – Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta menjelaskan bahwa pada prinsipnya perbaikan atau pemeliharaan jalan dilakukan melalui dua metode, yakni perbaikan sementara (tambal/patching) dan perbaikan permanen melalui pemeliharaan berkala menggunakan aspal panas (hotmix) atau beton.
Kedua metode tersebut memiliki tujuan dan fungsi yang berbeda. Penambalan sementara dilakukan sebagai langkah cepat untuk mencegah kerusakan meluas dan menjaga keselamatan pengguna jalan.
Sementara itu, perbaikan permanen dilaksanakan melalui pekerjaan berkala dengan standar teknis yang lebih komprehensif.
Dinas Bina Marga menyatakan telah berupaya maksimal dan responsif dengan melakukan penambalan segera setelah ditemukan lubang, baik berdasarkan hasil patroli rutin maupun laporan masyarakat.
Namun demikian, kondisi cuaca ekstrem, khususnya curah hujan tinggi, sangat memengaruhi jalan dengan perkerasan lentur (aspal).
Genangan air dalam waktu lama memungkinkan air meresap melalui retakan kecil dan pori-pori permukaan jalan, meskipun sebelumnya telah dilakukan penambalan.
Penanganan saat hujan bersifat darurat demi menjaga keamanan dan keselamatan. Akan tetapi, pengaplikasian aspal panas pada permukaan yang masih basah tidak menghasilkan daya rekat optimal.
Kondisi tersebut menyebabkan perbaikan yang telah dilakukan berpotensi kembali rusak dalam waktu relatif singkat.
Dinas Bina Marga menegaskan, permasalahan bukan semata-mata pada kualitas material aspal, tetapi juga pada kondisi pondasi jalan yang telah jenuh air serta sistem drainase yang memerlukan pembersihan dari sedimen agar aliran air tetap lancar dan tidak menggenang di badan jalan.
Selain faktor cuaca, kendaraan dengan muatan berlebih atau over dimension over load (ODOL) turut mempercepat kerusakan jalan.
Beban berlebih yang melintas di atas aspal basah menimbulkan tekanan hidrostatis yang dapat melepaskan ikatan aspal (bitumen) dari agregatnya. Akibatnya, permukaan jalan mudah terkelupas dan lubang terbentuk lebih cepat, terutama pada musim hujan.
Sebagai langkah penanganan cepat, penambalan darurat menggunakan aspal instan (cold mix) tetap dilakukan meskipun kondisi cuaca lembap. Langkah ini bertujuan menutup lubang secepat mungkin demi keselamatan pengguna jalan sembari menunggu kondisi memungkinkan untuk perbaikan permanen.
Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta juga telah memasang imbauan di sejumlah titik rawan di lima kota administrasi sebagai langkah preventif meningkatkan keselamatan pengguna jalan.
Informasi tersebut turut ditampilkan melalui videotron di jembatan penyeberangan orang (JPO) milik Dinas Bina Marga.
Ke depan, Dinas Bina Marga akan terus memaksimalkan anggaran pemeliharaan berkala jalan yang tersedia dengan mempertimbangkan skala prioritas, guna memastikan infrastruktur jalan di Jakarta tetap aman, nyaman, dan andal bagi seluruh masyarakat. (Red/Foto: Ist./binamarga.jakarta.go.id)

