Ketum KONI Pusat Nilai Berkuda Polo Berpotensi Kembangkan Sport Tourism dan Sport Industry
Jakarta – Olahraga berkuda Polo dinilai memiliki potensi besar untuk berkembang di Indonesia, khususnya dalam mendukung pengembangan sport tourism dan sport industry nasional.
Hal tersebut mengemuka saat Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Letjen TNI (Purn) Marciano Norman menerima audiensi jajaran pengurus Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) Polo, Senin (26/1).
“Polo ini potensinya besar. Hal ini harus dikembangkan,” tegas Marciano.
Marciano menyampaikan, perhatiannya terhadap olahraga berkuda Polo tidak terlepas dari pengalamannya saat berdinas di Kavaleri Berkuda, di mana ia sempat berlatih dan terlibat langsung dalam olahraga tersebut.
“Kita harus punya cara. Berkuda Polo Indonesia kalau mau maju harus memiliki misi yang jelas, terutama dalam meningkatkan sumber daya kuda dan sumber daya manusianya,” jelasnya.

Terkait pengembangan kuda, Ketum KONI Pusat menyoroti pentingnya pemberdayaan peternak lokal sebagai bagian dari penguatan sport industry nasional.
“Kita harus memikirkan bagaimana kuda Indonesia yang jumlahnya cukup banyak ini bisa diberdayakan. Ini peluang besar untuk mendorong industri olahraga sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak kuda lokal,” ujar Marciano.
Ia juga mengakui bahwa salah satu tantangan utama dalam berkuda Polo adalah ketersediaan kuda yang sesuai standar. Namun, tantangan tersebut justru membuka peluang untuk memaksimalkan potensi kuda lokal melalui pembinaan dan peningkatan kualitas.
Selain aspek industri, Marciano menilai olahraga berkuda Polo memiliki daya tarik tinggi untuk dikembangkan sebagai bagian dari sport tourism. Menurutnya, diperlukan sosialisasi yang masif kepada masyarakat, khususnya di kawasan-kawasan wisata.
“Berkuda Polo perlu diperkenalkan lebih luas, terutama di area wisata. Dengan pengemasan yang tepat, olahraga ini bisa menjadi daya tarik baru dalam sport tourism Indonesia,” pungkasnya. (Gate 13/Foto: Ist./Humas)

